Entah karena lagi ngetren, atau memang kemiskinan yang semakin merajalela, tayangan TV yang menampilkan potret kehidupan warga kurang mampu semakin menjamur. Pagi, siang, sore, bahkan malam, ada saja tayangan semacam itu. Tapi bukan itu masalahnya. Masalahnya, air mata ini semakin sering menetes tiap kali melihat tayangan semacam itu. Terenyuh, melihat bahwa ternyata di luar sana begitu banyak saudara-saudara kita yang nasibnya tak seberuntung kita. Sejujurnya, saya sendiri orang yang paling gengsi nangis di depan orang, tapi tiap ngeliat penderitaan kayak gitu, aduuuuhhh gak kuku deh T.T .
Sebenarnya, acara semacam itu bagus banget buat orang manja kayak aku gini. Sebagai bahan renungan, betapa seringnya aku ngeluh karena hal-hal sepele. Aduh, pengen pulang, aduh capek kuliah, aduh dosennya garing, aduh tugas numpuk, aduh kok panas, aduh hujan lagi, dan sederet aduh yang acap kali terlontar dari lisan ini. Padahal, dibandingkan dengan mereka yang di TV itu, harusnya yang sering terucap adalah Alhamdulillah. Lagi-lagi, hal tersulit yang dilakukan itu adalah bersyukur.
Suatu waktu, penulis ngobrol sama seorang teman di kampus. Topiknya mengenai salah seorang teman lain yang Ibunya baru saja meninggal dunia. Tapi ajaibnya, beberapa hari setelah kepulangan ibunya, si teman itu udah kembali kuliah kayak biasanya. Raut kesedihan emang masih ada di wajahnya, walaupun dia udah coba nutupin. Tetap aja, it's wonderful for me, baru beberapa hari berlalu dan dia udah bisa beraktivitas kayak biasa. Aku pun nyeletuk "kalau aku, aku pasti udah gila". Sungguh, aku ini emang bukan orang cengeng yang selalu nempel sama ibu, tapi kalau hal seperti itu terjadi sama aku, aku benner-bener bakal gila. Aku gak bakal bisa melanjutkan hidup seperti si teman tadi. Teman yang ngobrol sama aku itu pun menjawab, "ternyata Allah itu emang gak akan ngasih cobaan kalau Dia tau kita gak sanggup".
Kata-kata "kalau aku, aku pasti udah gila" itu juga selalu terucap tiap ngeliat tayangan TV yang udah disebutin sebelumnya. Ya, aku gak bisa bayangin kalau tiba-tiba aku harus hidup serba kesulitan kayak gitu. Semua itu,kembali mengingatkan kalau udah seharusnya kata aduh bla bla bla itu diganti dengan Alhamdulillah. Oiya, barusan ada berita meninggalnya gadis sampul di mobilnya yang terbakar nih. Cantik, kaya, pintar. Pasti kita mikir betapa sempurnanya hidupnya. Tapi dengan kejadian kayak gitu, sekali lagi kita diingatkan, kalo semua hal duniawi semacam itu gak akan berarti apa-apa untuk menyelamatkan kita dari ajal yang menjemput. Yang pasti, tingkatkan rasa syukur kita biar hidup kita di dunia bermakna, dan bahagia di akhirat kelak :) Ayok sama-sama belajar menggapai ridho Allah :)
Kalau Aku... Aku Mungkin Sudah Gila