-->

Sekedar Catatan Harian

Memilih kata pertama entah kenapa selalu jadi kesulitan sendiri buat saya. Kali ini postingan saya agak sedikit keluar dari jalur, karena terbangun jam segini, anggap aja ini catatan harian. Temanya agak galau sih :p, tapi insyaallah tetap menuntun ada kepada cahaya *halaaaah.

Kita selalu harus melalui rasa sakit untuk bisa sampai pada keadaan yang lebih baik. Iya kan? Tolong iyakan saja karena saya malas berdebat (hahaha). Kenapa saya bilang begitu? Jawabannya simpel, saya sedang mengalami :p. Nah, jadi cerita galau saya ini sebenarnya gak banget, gak mencerminkan ketangguhan saya (akakakak) sebagai wanita. Kesedihan ini sebenarnya salah saya sendiri, saya yang memulainya, bukan kesalahan orang yang saya galaukan, atau siapa pun di sekitarnya. Lama bangeeeeet saya bikin intronyaaaaaaa inii.

Nah, gara-gara kegalauan yang saya ciptakan sendiri ini, banyak banget kerugian yang saya dapatkan. Saya lupa nikmat-Nya yang begitu banyak, saya lupa bersyukur. Saya sibuk dengan sakit buatan saya sendiri, saya sibuk menarik perhatian makhluk-Nya, lupa kalau Dia memperhatikan saya bahkan ketika saya lupa. Saya sibuk ngutip quotes cinta untuk makhluk-Nya, tapi dzikir malasnya minta ampun. Duuuh, betapa ruginya saya kalau dipikir-pikir, tanpa dipikir pun ruginya udah kentara banget.

Jadi beberapa malam ini saya mulai merenung, apa yang membuat saya sedih? Teman banyak, baik lagi. Mimpi saya ke luar negeri karena pertukaran pelajar pun sudah Allah wujudkan. Kuliah lancar, bahkan beberapa langkah lagi insyaallah selesai. Lalu apa yang membuat saya sesak oleh kesedihan? Ternyata kesedihan itu akibat lebih banyak mengingat makhluk-Nya ketimbang Penciptanya. Maka ini adalah konsekuensi untuk saya. Rasa sakit karena terlalu memuja makhluk-Nya harus saya tanggung ketika saya ingin berhenti. Tapi ya mau diapakan lagi, ini harus saya lalui, semoga Allah menolong niat saya untuk lebih baik, untuk bisa lepas dari pesona fana. Semoga pula kejadian seperti ini tak terulang.

Sekedar Catatan Harian